MACAM-MACAM AIR

بسم الله الرحمن الرحيم

Ada beberapa macam air yang boleh dan tidak boleh dipakai untuk bersuci, baik bersuci dari hadas ataupun dari najis.

1. طاهر مطهر غير مكروه استعماله

Air yang pertama adalah air yang suci dan mensucikan dan tidak dimakruhkan untuk menggunakannya, atau yang disebut air mutlaq, yaitu air yang bisa menghilangkan hadas dan najis,  jenis air ini bisa dipakai berwudu, mandi junub atau menghilangkan najis. Seperti air hujan, laut, sungai, sumur, air mata air dll, selama air tersebut tidak berubah salah satu sifatnya, yaitu berubah warna atau rasa ataupun baunya. jika salah satu sifatnya berubah, maka tidak boleh di pakai bersuci. Air Mutlaq ini jika ukurannya mencapai dua kullah atau lebih, maka boleh ketika berwudu mengambil airnya langsung dengan tangan, akan tetapi jika kurang dari dua kullah, maka tidak boleh langsung menggunakan tangan, harus memakai gayung atau sejenisnya. Ukuran dua kullah itu jika pada bak berbentuk kubus panjang lebar dan tinggi 1 hasta seperempat dengan air penuh.

 2. طاهر مطهر مكروه استعماله

Kedua air suci dan mensucikan tetapi makruh dipakai untuk bersuci, yaitu air Musyammas, air yang di panaskan di bawah terik matahari. Air Musyammas ini dimakruhkan kalau memenuhi 2 syarat, yang Pertama jika dipanaskannya dalam wadah seperti besi, kaleng, tembaga dan timah, karena pada wadah tersebut ketika ada air dan terkena panas matahari akan mengeluarkan Zahumah, kotoran yang berwarna kuning yang keluar dari wadah tersebut. Kemudian syarat yang kedua yaitu apabila dipanaskannya berada di negara yang cuacanya panas, seperti di timur tengah, kalau indonesia negara tropis, jadi tidak termasuk kategori negara yang cuacanya panas.

Larangan menggunakan air musyammas berdasarkan hadis

ان رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عائشة رضي الله عنها عن المشمس وقال انه يورث البرص

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang siti 'Aisyah R.A dari menggunakan air musyammas, dan berkata Rusul : sesungguhnya air itu bisa mewariskan penyakit barosh.

3. طاهر غير مطهر وهو الماء المستعمل

Air yang ketiga yaitu air yang suci tetapi tidak mensucikan atau disebut air musta'mal (air bekas pakai) seperti bekas wudu atau mandi junub. Jenis air ini hukumnya suci tapi tidak boleh di pakai untuk bersuci seperti wudu, mandi junub dll. kemusta'malan disini jika airnya kurang dari dua kullah, apabila air ini mencapai dua kullah atau lebih selama tidak berubah salah satu sifatnya, maka boleh di pakai berwudu, seperti halnya jika air musta'mal ini dikumpulkan menjadi dua kullah dan tidak berubah, boleh dipakai bersuci.

Tidak boleh dipakai bersuci yaitu air suci yang tercampur dengan barang suci, seperti air kopi, atau susu, ataupun bercampur dengan barang suci lainnya hingga airnya berubah. ِApabila air suci tersebut berubah dengan sendirinya seperti daun2 yang berjatuhan ke kolam dengan sendirinya, kemudian daun  tersebut hancur sendiri, hingga air tesebut berubah, maka menurut pendapat yang sohih air tersebut hukumya suci

4. وماء نجس وهو الذي حلت فيه نجاسة وهو دون القلتين او كان قلتين فتغير

Keempat adalah air najis, seperti air kencing ataupun air suci yang ukurannya kurang dari dua kullah dan terkena najis, baik berubah ataupun tidak, air tersebut hukumnya najis dan tidak boleh dipakai bersuci. Jika ukuran dua kullah terkena najis tapi tidak berubah salah satu sifatnya, maka suci hukumnya, tetapi jika berubah walaupun dua kullah, maka hukumnya najis.

Wallahu A'lam.

No comments:

Post a Comment