ARTI TUMA'NINAH DAN RUKUN YANG WAJIB TUMA'NINAH DALAM SHOLAT

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengertian Tuma'ninah adalah :

سُكُوْنُ بَعْدَ حَرَكَةٍ بِحَيْثُ يَسْتَقِرُّ كُلُّ عُضْوٍ مَحَلَّهُ بِقَدْرِ سُبْحَاْنَ اللهِ

Artinya : "Diam/tenang sesudah bergerak, sekiranya seluruh anggota badan menetap (diam tidak bergerak) pada tempatnya dengan seukuran lamanya membaca Subhanallah". (Lihat Kitab Safinah).

Adapun Rukun-rukun sholat yang wajib tuma'ninah ada 4

1. Ruku'
2. I'tidal (berdiri tegak setelah ruku')
3. Sujud
4. Duduk di antara dua sujud

Jika salah satu dari yang empat di atas tidak dilakukan dengan tuma'ninah, maka shalatnya tidak sah karena tuma'ninah merupakan salah satu rukun shalat yang wajib dipenuhi.

Makanya ketika ruku dan sujud disunnahkan membaca Tasbih 3 kali dan paling banyak 11 kali, namun 3 kali beserta do'a ruku' itu lebih utama. Yang pertama tentu membaca tasbihnya bernilai ibadah dan kedua supaya ruku' dan sujud kita bisa lebih tuma'ninah (lebih tenang) juga menambah ke-khusyu'an dalam shalat, satu kali membaca tasbihpun atau tidak membaca tasbih sekalipun sebetulnya tidak mengapa, yang penting tuma'ninah, karena bacaan tasbih dalam ruku' dan sujud merupakan salah satu sunnah haiat.

Ketika i'tidal dan duduk di antara dua sujud juga disunnahkan membaca bacaan yang biasa kita baca, tentu semua pada hafal, inipun sama bernilai ibadah, menambah khusyu', supaya tuma'ninah, dan tak lupa juga makna-makna dari bacaan tersebut yang mengandung do'a. Bacaan ketika i'tidal dan duduk di antara dua sujud juga termasuk Sunnah Haiat shalat. Untuk membedakan mana rukun, haiat dan ab'ad silakan lihat artikel Rukun Shalat, Sunnah Ab'ad dan Sunnah Haiat
Arti Tuma'ninah Dan Rukun Yang Wajib Tuma'ninah Dalam Sholat
Dalil Tuma'ninah

Rasulullah SAW bersabda :


اذا اقيمت الصلاة فكبر ثم اقرأ ما تيسر معك من القران ثم اركع حتى تطمئن راكعا ثم ارفع حتى تعتدل قائما ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم ارفع حتى تطمئن جالسا ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا ثم افعل ذلك في صلاتك كلها

Apabila shalat didirikan, maka bertakbirlah, lalu baca ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah hingga kamu tuma'ninah dalam ruku', lalu angkatlah badanmu hingga tegak lurus berdiri, lalu sujudlah hingga tuma'ninah dalam sujud, lalu angkatlah badanmu hingga tuma'ninah dalam duduk, lalu sujudlah hingga tuma'ninah dalam sujud. Kerjakanlah hal tersebut dalam semua shalatmu (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu A'lam.

Jika tulisan ini bermanfa'at, tolong dibagikan ya.!

11 Responses to "ARTI TUMA'NINAH DAN RUKUN YANG WAJIB TUMA'NINAH DALAM SHOLAT"

  1. kapan mulai dibaca .... bacaan ruku, apakah boleh ketika barusan selesai takbir untuk ruku' walau posisi ruku' belum sempurna atau bagaimana ? mohon tanggapan.

    ReplyDelete
  2. Mohon ma'af baru di balas.. Udah hampir 5 bulan gak buka blog. Bacaan ruku' di baca setelah ruku' sempurna dan selesai membaca takbirnya, baru membaca bacaan ruku' (tasbih 3x dan do'anya kalau mau). Makasih sudah berkunjung.

    ReplyDelete
  3. Mau nanya...
    sekarang banyak saya liat orang2 solat
    ketika bangun dari sujud untuk melanjutkan ke rakaat berikutnya... mereka duduk dlu seolah2 mau duduk antara dua sujud, baru bangun
    apakah ada hadist yg menjelaskan kayak gitu?
    Mohon penjelasannya
    trimakasih

    ReplyDelete
  4. Itu namanya duduk istirahat dilakukan sebentar saja dan hukumnya sunnah, dalam kitab Syafi'iyyah seperti dalam Nihayatuz-Zain duduk itu termasuk sunnah Haiat, jadi kalaupun tidak di lakukan tidaklah mengapa dan tidak usah sujud sahwi. Wallahu A’lam.

    ReplyDelete
  5. Mau tanya... Tapi kadang dalam keluarga seorang istri berkata pada suaminya... Jadi orang kok gak bisa tumakninah.... Apa wajib dikatan istri pada suami saat ada cekcok... Terima kasih

    ReplyDelete
  6. Ma'af saudara Deni, mungkin maksud anda : “seorang isteri mengingatkan suami bahwa shalatnya tidak tuma'ninah”. Jika itu maksudnya, maka isteri wajib memberitahukan kepada suaminya tentang bagaimana tuma’ninah dalam shalat, jika suami tidak faham ilmu shalat sedangkan isterinya faham, maka isteri wajib memberitahu suami, begitupun sebaliknya. Tapi alangkah baik memberitahukannya dalam situasi yang tenang dan dengan tutur kata yang baik dan santun agar tidak menyinggung perasaan suami. Namun perlu di ingat dalam sebuah hadis di katakan "Barang siapa yang tidak memerintah dan mengajarkan shalat kepada isterinya, maka dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasulnya". Karena suami sebagai kepala rumah tangga, dia punya kewajiban memerintah dan mendidik isteri serta anak-anaknya dalam kebaikan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  7. Mau nanyak.
    Tumakninah itu di lakukan pada rukun sholatnya kan.. Sujud di lamakan sedikit. Kemudian antara dua sujud.. Kemudian berdiri setelah sujud kedua.. Mau melanjutkan rokaat berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah pada rukun yang empat di atas, ukuran lamanya sudah saya jelaskan di atas sekira lamanya membaca subhanallah, dan anggota tubuh harus sudah diam tidak bergerak, kalau anggota masih goyang lalu pindah ke rukun berikutnya itu artinya belum tuma'ninah. Makanya usahakan ketika melaksanakan rukun yang empat tadi bacaan sampai selesai, misalnya baca tasbih 3x supaya tuma’ninah. Kalau berdiri setelah sujud kedua itu sudah pasti tuma'ninah karena banyak bacaan yang mesti dibaca di antaranya fatihah (rukun) dan surat lainnya (sunnah haiat). Wallahu A’lam

      Delete