RUKUN SHOLAT

بسم الله الرحمن الرحيم

ٌRukun shalat merupakan bagian paling penting dalam shalat, jika salah satu rukun tertinggal maka shalatnya tidak sah, berbeda dengan sunnah ab'ad yang apabila tertinggal tidak membatalkan shalat, akan tetapi disunnahkan sujud sahwi, begitu pula sunnah haiat jika tertinggal tidak membatalkan shalat dan tidak perlu sujud sahwi.

Berikut rukun-rukun shalat menurut madzhab Imam Asy-Syafi'i :

1. Niat Dalam hati
2. Takbir Ihram
Niat merupakan rukun pertama di setiap ibadah, karena tanpa niat maka ibadah kita tidak sah, ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa amal-amalan itu sah bila disertai dengan niat. Niat dan takbir ihram wajib dibarengkan, lisan kita mengucapkan takbir dan hati kita berniat, takbir selesai maka niatpun selesai.

Alangkah baiknya sebelum memulai shalat, terlebih dahulu ucapkan ta'awudz dan basmalah, kemudian baca Usholli, (Usholli ini disebut dengan lafadz niat yang diucapkan dengan lisan dan hukum membacanya adalah sunnah, yang wajib itu niat dalam hati), tidak pake Usholli-pun tak mengapa, hanya saja dengan baca Usholli tujuannya agar bisa memusatkan pikiran supaya lebih khusyu'. Setelah selesai lalu bertakbir dan dalam hati niat, misalnya "Saya berniat shalat fardu magrib tiga raka'at ma'muman (jika jadi ma'mum) atau imaman (jika jadi imam) Lillaahi Ta'ala, Allahu Akbar.

3. Berdiri Bagi Orang Yang Mampu
Tidak sah shalat sambil duduk kecuali jika tidak bisa berdiri maka boleh duduk dan utamanya dengan duduk iftirosy (duduk seperti ketika tasyahud awal), dan ketika ruku' supaya membungkuk hingga kening sejajar dengan lutut. Apabila tidak bisa sambil duduk maka boleh sambil berbaring miring ke kanan (bukan berbaring terlentang), muka dan bagian depan badan menghadap kiblat. Jika masih tidak sanggup maka boleh sambil berbaring terlentang (dua telapak kaki menghadap kiblat) dan wajib memakai semacam bantal di bawah kepalanya agar wajahnya bisa menghadap kiblat dan wajib memberi kode dengan kepala ketika ruku' dan sujud, tentunya kode ketika sujud harus melebihi kode ketika ruku'. Jika tidak mampu memberi kode dengan kepala maka boleh dengan pelupuk mata (isyarat), kalau masih tidak mampu juga maka shalat dalam hati saja. Dengan demikian jelas bahwa shalat tidak boleh ditinggalkan walaupun kita sedang sakit, selama masih berakal maka shalat tetap wajib dilakukan, kecuali gila karena orang gila tidak wajib shalat.

4. Membaca Surat Al-fatihah Dengan Bismillahirrahmanirrahim.
Surat Fatihah itu tujuh ayat yang dimulai dengan Bismillah sebagai ayat pertamanya. Tidak sah shalatnya jika satu ayat saja tertinggal. Dalam sebuah hadis dikatakan


لاصلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب


Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.

Pertanyaan : Bagaimana jika seseorang yang datang terlambat dan tidak sempat membaca Fatihah? Menurut madzhab Imam Asy-Syafi'i, jika orang yang datang terlambat masih bisa ruku' dengan tuma'ninah bersama imam, maka dia mendapat hitungan raka'at, namun jika tidak maka tidak terhitung raka'at, oleh karenanya dia wajib menambah raka'at yang tertinggal tersebut setelah imam salam.

5. Ruku'
Yaitu membungkukkan badan sehingga dua telapak tangan (bukan jari-jari tangan) dapat mencapai lutut, berarti tidak cukup ruku' hanya dengan meletakkan ujung jari pada lutut. Ketika ruku' disunnahkan membaca tasbih 3x dan paling banyak 11x


سبحان ربي العظيم وبحمده

Lebih utama tasbih 3x beserta do'a di bawah ini


اللهم لك ركعت وبك امنت ولك اسلمت خشع لك سمعي وبصري ومخي وعظمي وعصبي وشعري وبشري ومااستقلت به قدمي لله رب العالمين

6. Tuma'ninah Ketika Ruku'.
Untuk Tuma'ninah sudah saya jelaskan secara terpisah.

7. I'tidal (berdiri tegak setelah ruku')
Disunnahkan membaca ini ketika i'tidal


ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الارض وملء ما شئت من شيئ بعد


8. Tuma'ninah Ketika I'tidal
9. Sujud Dua Kali
Yaitu dengan menyungkur, bagian pantat dan sekitarnya berada lebih tinggi daripada kepala dan pundaknya sepasang. Kalau kepala lebih tinggi dari pantat atau sejajar maka tidak cukup (tidak disebut sujud). Dan perlu diingat ketika akan sujud jangan ada sesuatu yang menghalangi kening ke tempat sujud, jadi keningnya wajib terbuka tanpa penghalang sedikitpun sekalipun sehelai rambut. Apabila keningnya terhalang maka shalatnya tidak sah, kecuali jika pada kening ada balutan luka yang jika dibuka akan menyebabkan sakit yang amat parah, maka tidaklah mengapa. Jika ketika sujud pertama terasa ada sesuatu yang menempel di kening yang berasal dari tempat sujud, maka sebelum sujud kedua kalinya sesuatu yang menempel tersebut wajib dibuang agar tidak mengahalanginya untuk sujud yang kedua.

Disunnahkan ketika sujud membaca tasbih 3x dan paling banyak 11x


سبحان ربي الأعلى وبحمده


Namun lebih utama 3x ditambah dengan do'a berikut


اللهم لك سجدت وبك امنت ولك أسلمت سجد وجهي للذي خلقه وصوره وشق سمعه وبصره بحوله وفوته تبارك الله أحسن الخالقين

Slain do'a di atas boleh juga di tambah dengan do'a yang biasa dibaca Rasulullah SAW 


اللهم اني أعوذ برضاك من سخطك وبمعافاتك من عقوبتك وأعوذبك منك لا أحصي ثناء عليك كما أثنيت على نفسك اللهم اغفرلي ذنبي كله دقه وجله واوله واخره وعلانيته وسره

10. Tuma'ninah Ketika Sujud
11. Duduk Di Antara Dua sujud
Disunnahkan membaca

رب اغفرلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واهدني وعافني واعف عني

12. Tuma'ninah Ketika Duduk di Antara Dua Sujud
13. Tasyahud Akhir
14. Duduk Tasyahud Akhir
15. Membaca Shalawat Kepada Nabi Muhammad SAW Ketika Tasyahud Akhir
16. Membaca Salam Yang Pertama. Salam kedua hukumnya sunnah
17. Tartib

Tanbih.!
Untuk bacaan-bacaan shalat khususnya yang fardu (Rukun Qouliy) harus terdengar oleh telinga sendiri (kecuali bagi orang yang tidak bisa mendengar atau dalam keadaan sangat ramai sehingga bacaan tidak bisa terdengar maka tidaklah mengapa).

Mengapa bacaan harus terdengar? Karena shalat itu ialah ucapan-ucapan dan pekerjaan-pekerjaan yang diawali dengan Takbir Ihram dan diakhiri dengan Salam. Yang disebut ucapan tentu lisan dan bibir harus bergerak dan ada suara yang keluar dan harus terdengar, jika hanya mulut saja yang bergerak tanpa ada suara, maka itu bukan ucapan melainkan isyarat, dan shalat bukanlah isyarat. Atau jika mulutnya tidak membaca apa-apa hanya diam saja, maka itu juga bukanlah shalat.

Hikmah dari bacaan yang terdengar itu akan menambah ke-khusyu'an dalam shalat. Karena jika hanya diam akan membuat pikiran tidak bisa fokus melamun kemana-mana. Oleh karenanya para 'Ulama Fikih mengatkan bahwa bacaan harus terdengar oleh telinga kita sendiri.

Wallahu A'lam

0 Response to "RUKUN SHOLAT"

Post a Comment