PENGERTIAN NIAT

بسم الله الرحمن الرحيم
Pengertian Niat
Segala amal ibadah yang kita lakukan itu tergantung pada niatnya, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang berbunyi :

انما الاعمال بالنيات وانما لكل امرئ مانوى . فمن كانت هجرته الى الله ورسوله فهجرته الى الله ورسوله , ومن كانت هجرته الى دنيا يصيبها او امرأة ينكحها فهجرته الى ما هاجر اليه

Sesungguhnya amal-amalan itu disertai dengan niat, dan sesungguhnya untuk setiap sesuatu tergantung kepada niat. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya, maka berarti hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya. Dan barang siapa yang hijrahnya kepada dunia yang ia dapat atau kepada wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya kepada dunia yang ia dapat dan wanita yang ia nikahi.

Kita ambil satu keterangan lagi dari hadis Rasulullah SAW yang lain :

كم من عمل يتصور بصوره اعمال الدنيا ويصير بحسن النيه من اعمال الاخرة , وكم من عمل يتصور بصورة اعمال الاخرة ثم يصير من اعمال الدنيا بسوء النية

Tak sedikit dari suatu amal yang menggambarkan amalan dunia, dan amalan tersebut menjadi amalan akhirat karena bagusnya niat. Dan tak sedikit dari suatu amal yang menggambarkan amalan akhirat tetapi menjadi amalan dunia karena buruknya niat.

Kita kasih satu contoh amalan dunia yang menjadi amalan akhirat karena bagusnya niat. Seperti makan, makan itu adalah amalan dunia yang hukumnya mubah/boleh, tetapi makan tersebut bisa menjadi amalan akhirat dan mendapat pahala jika dengan niat yang baik, sebelum makan kita baca Bismillah dan do'anya, kemudian dalam hati kita berniat bahwa makan ini supaya menjadi sebab kuat untuk beribadah kepada Allah. Jadi tenaga yang dihasilkan dari sebab makannya itu diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah, nah dari makannya itu ia mendapat pahala karena disertai niat yang baik.

Kedua contoh amalan akhirat yang menjadi amalan dunia karena buruknya niat. Seperti seseorang mau berangkat ke masjid untuk sholat berjam'ah atau membaca Al-Quran di rumah atau dimana saja dengan keras, tapi di dalam hatinya itu ada niat/ maksud bahwa sholatnya atau membaca Al-Quran nya itu karena hanya ingin terlihat atau terdengar orang lain supaya mendapat pujian atau karena merasa diri paling rajin beribadah. Nah amalan tersebut merupakan amalan akhirat yang baik, akan tetapi karena buruknya niat, maka amalan tersebut menjadi amalan dunia.

Yang akan saya bahas di sini adalah niat yang dilakukan ketika kita akan mengerjakan ibadah seperti wudu, shalat, puasa dan lain-lain. Di dalam kitab Safinah dijelaskan tentang pengertian niat :

النية قصد الشئ مقترنا بفعله ومحلها القلب والتلفظ بها سنة

Niat itu adalah menyengaja sesuatu yang dibarengi dengan pekerjaannya, tempatnya niat di dalam hati,  dan mengucapkannya dengan lisan itu hukumnya sunnat.

Contoh seperti kita akan berwudu, ketika kita mulai membasuh wajah, maka di dalam hati kita niat, contoh niatnya seperti "Saya niat berwudu fardu karena Allah Ta'ala", itulah niat dalam hati yang dibarengi dengan mulainya pekerjaan yaitu membasuh wajah, karena membasuh wajah merupakan pekerjaan wajib yang pertama di dalam berwudu, dan niat adalah pekerjaan hati. Kalau niat shalat itu di lakukan ketika mengucapkan Takbir Ihram (lisan bertakbir dan hati berniat). Jika tidak ada niat dalam hati, maka wudu atau sholatnya itu TIDAK SAH, karena niat merupakan fardu/rukun yang pertama di setiap ibadah.

Wallahu A'lam.

No comments:

Post a Comment