SHALAT TARAWIH

بسم الله الرحمن الرحيم

Shalat Tarawih adalah salah satu shalat sunnah muakkad yang dilakukan pada tiap malam bulan ramadhan, jumlahnya 20 raka'at ditambah witir 3 jadi 23 raka'at.

Perlu saya sampaikan juga dalil mengenai shalat Tarawih ini, karena saya penganut madzhab Imam Asy-Syafi'i, tentu saya sampaikan pendapat Madzhab Imam Asy-Syafi'i, kita akan ulas dulu sejarahnya biar jelas.


Shalat Tarawih Pada Zaman 
Nabi Muhammad SAW

Berkata seorang sahabat bernama Abu Hurairah R.A :


كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يرغب في قيام رمضان من غير أن يأمرهم فيه بعزيمة فيقول : من قام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Adalah Rasulullah SAW menggemarkan shalat pada bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata : Barang siapa yang mengerjakan shalat malam ramadhan  dengan kepercayaan yang teguh dan karena Allah semata, maka akan dihapus dosanya yang lalu. (H.R Imam Muslim).

Menurut para 'Ulama hadis ini menunjukan bahwa shalat ini adalah shalat tarawih, jadi Nabi Muhammad SAW mengerahkan umat Islam supaya memperbanyak shalat sunnah di bulan Ramadhan.


عن عائشة رضي الله عنها ان رسول الله صلى الله عليه وسلم صلى في المسجد ذات ليلة فصلى بصلاتة ناس ثم صلى من القابلة فكثر الناس ثم اجتمعوا من الليلة او الرابعة فلم يخرج اليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم فلما اصبح قال قد رايت الذي صنعتم فلم يمنعني من الخروج الا اني خشيت ان تفرض عليكم قال وذالك في رمضان

Berkata Siti 'Aisyah R.A : Bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat di masjid, maka banyak orang yang mengikuti beliau, begitu juga pada malam keduanya, Nabi shalat dan pengikut bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat orang-orang banyak berkumpul menunggu Nabi, tetapi Nabi tidak datang ke Masjid lagi. Pagi-pagi Nabi berkata,"Saya tahu apa yang kalian perbuat tadi malam, tetapi saya tidak datang ke masjid karena takut kalau-kalau shalat ini diwajibkan untuk kalian". Hal ini terjadi pada bulan Ramadhan, kata Siti 'Aisyah R.A. (H.R Imam Muslim).

Alangkah bijaknya Nabi SAW, coba kalau saat itu turun wahyu yang mewajibkan shalat tarawih, tentu akan memberatkan kita sebagai umatnya, makanya dalam hadis itu Nabi tidak datang lagi karena takut turun wahyu yang mewajibkan shalat tarawih, karena wahyu bisa datang tiba-tiba, apa lagi melihat keadaan para shabat ketika itu sangat menyukai shalat tarawih.


Shalat Tarawih Pada Zaman Khalifah Sayidina Abu Bakar Ash-shiddiq Radiyallahu 'Anhu

Pada Masa Khalifah Sayyidina Abu Bakar tidak ada perubahan mengenai shalat tarawih ini, Ummat Islam shalat tarawih di bulan Ramadhan sendiri-sendiri atau ada yang berkelompok, shalat tarawih dengan satu Imam dalam satu masjid tidak ada pada masa Khalifah Abu Bakar R.A.


Shalat Tarawih Pada Zaman Khalifah Sayidina Umar Bin Khattab Radiyallahu 'Anhu

Di dalam kitab sahih Bukhari disebutkan :


عن عبد الرحمن بن عبد القاري انه قال خرجت مع عمر ابن الخطاب رضي الله عنه ليلة في رمضان الى المسجد فاذا الناس اوزاع متفرقون يصلي الرجل لنفسه ويصلي الرجل فيصلي بنفسه الرهط فقال عمر : اني ارى لو جمعت هؤلاء على قارئ واحد لكان امثل ثم عزم فجمعهم على ابي بن كعب ثم خرجت معه ليلة اخرى والناس يصلون بصلاة قارئهم قال عمر : نعمت البدعة هذه

Dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qarai, beliau berkata : Saya keluar bersama Syyidina 'Umar bin Khattab pada suatu malam bulan Ramadhan pergi ke masjid (Madinah). Didapati dalam masjid orang-orang shalat tarawih bercerai-berai. Ada yang shalat sendiri-sendiri, ada orang yang shalat dan ada beberapa orang di belakangnya, maka Sayyidina 'Umar berkata,"Saya berpendapat akan mempersatukan orang-orang ini, kalau disatukan dengan seorang Imam sungguh lebih baik, lebih serupa dengan shalat Rasulullah SAW". Maka disatukan orang-orang itu shalat di belakang seorang Imam yang bernama Ubai bin Ka'ab. Kemudian pada satu malam kami datang lagi ke masjid, lantas kami melihat orang-orang shalat bekaum-kaum di belakang seorang Imam. Sayyidina 'Umar berkata,"Ini adalah bid'ah yang baik". (H.R Imam Bukhari).

'Abdullah bin Qarai adalah seorang tabi'in yang lahir ketika Nabi masih hidup, beliau adalah murid Sayyidina 'Umar bin Khattab, wafat tahun 81 H dalam usia 78 tahun.


عن مالك عن يزيد ابن رمان انه قال : كان الناس يقومون في زمن عمر ابن الخطاب بثلاث وعشرين ركعة

Dari Malik dari Yazid bin Ruman, ia berkata : Adalah manusia mendirikan shalat tarawih pada zaman 'Umar bin Khattab sebanyak 23 raka'at. (Riwayat Imam Malik dalam kitab Al-Muwatha').

20 raka'at tarawih dan 3 witir


انهم يقومون على عهد عمر ابن الخطاب رضي الله عنه في شهر رمضان بعشرين ركعة

Bahwasannya mereka (para sahabat Nabi) shalat tarawih pada bulan Ramadhan di zaman 'Umar bin Khattab dengan 20 raka'at. (Riwayat Imam Baihaqi dalam sunan Al-Kubra).


Jelaslah dari keterangan-keterangan di atas bahwa para sahabat Nabi telah sepakat mendirikan shalat tarawih pada masa 'Umar bin Khattab sebanyak 20 raka'at.

Sayyidin 'Umar bin Khattab adalah salah seorang sahabat Nabi yang dipercaya menjadi Khalifah kedua yang memerintahkan shalat tarawih 20 raka'at, ini berarti bahwa Sayyidina 'Umar mengetahui shalat tarawihnya Nabi Muhammad SAW baik di rumah atau di masjid sebanyak 20 raka'at, kalau tidak tahu tentu Sayyidina 'Umar tidak akan memerintahkan tarawih 20 raka'at, karena shalat para sahabat mengikuti dan mencontoh shalat Nabi Muhammad SAW, dan kita umat Islam diperintah oleh Nabi SAW untuk mengikuti Sayyidina Abu Bakar dan 'Umar. Nabi berkata : 


اقتدوا باللذين من بعدي ابي بكر وعمر

Ikutilah dua orang sesudah saya, yaitu Abu Bakar dan 'Umar. (H.R Imam Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah - Lihat Musnad Ahmad Bin Hanbal)


Nabi Muhammad SAW berkata :


فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي

Maka wajib atas kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khalifah-khalifah Rasyidin yang diberi hidayah sesudah aku (H.R Abu Daud dan Tirmidzi).

Khalifah-khalifah Rasyidin adalah : Sayyidina Abu bakar Ash-shiddiq, 'Umar bin Khattab, 'Usman bin 'Affan dan 'Ali bin Abi Thalib Radiyallahu 'Anhum. Kita diperintah oleh Rasulullah SAW untuk mengikuti sunnah-sunnah Rasul dan sunnah-sunnah mereka (Khalifah-khalifah Rasyidin).


Fatwa-fatwa 'Ulama Madzhab Imam Asy-Syafi'i Radiyallahu 'Anhu

Berkata Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu'


مذهبنا انها عشرون ركعة بعشر تسليمات غير الوتر

Dalam Madzhab kita Tarawih itu 20 raka'at dengan 10x salam, selain witir.

Berkata Imam Jalaludin Al-Mahalli  


وروي البيهقي وغيره بالاسناد الصحيح كما قال في شرح المهذب انهم كانوا يقومون على عهد عمر ابن الخطاب رضي الله عنه في شهر رحضان بعشرين ركعة

Dan meriwayatkan Imam Baihaqi dengan sanad yang sahih seperti dikatakan dalam syarah Muhadzdzab, bahwasannya sahabat-sahabat Nabi shalat pada masa 'Umar bin Khattab sebanyak 20 raka'at (Kitab Al-Mahalli)

Berkata Imam Sayyid Bakri Syatha :


وصلاة التراويح وهي عشرون ركعة بعشر تسليمات في كل ليلة من رمضان لخبر من قال رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه ويجب التسليم من كل ركعتين , فلو صلى اربعا منها بتسليمة لم تصح

Dan shalat tarawih itu 20 raka'at dengan 10 salam tiap-tiap malam bulan Ramadhan, karena hadis Nabi SAW : "Barang siapa yang shalat di malam bulan Ramadhan karena beriman dan karena Allah semata, maka diampuni dosanya yang terdahulu". Wajib salam setiap 2 raka'at, maka tidak sah jika shalatnya 4 rka'at dengan 1 salam. (Kitab I'anatut-Thalibin).

Kesimpulan akhir bahwa shalat tarawih menurut Madzhab Imam Syafi'i adalah 20 raka'at dengan 10 salam, ditambah witir 3 raka'at jadi 23 raka'at.

Adapun hadis yang mengatakan bahwa Nabi tidak pernah menambah 11 raka'at di bulan Ramadhan dan luar ramadhan. Ini dalam Madzhab Imam Syafi'i tidak dijadikan dalil shalat tarawih, karena dalam hadis tersebut dikatakan bahwa Nabi tidak menambah 11 raka'at di bulan Ramadhan dan luar Ramadhan, berarti ini bukan tarawih karena Nabi juga melakukan 11 raka'at itu di luar bulan Ramadhan, kalau di luar ramadhan berarti bukan Tarawih.

Wallahu A'lam

2 comments:

  1. pembahasan mengenai shalat tarawih terutama yang 20 rakaat menambah wawasan dan pengetahuan saya. terimakasih.

    ReplyDelete