MENGINGAT MATI

بسم الله الرحمن الرحيم

Rasulullah saw bersabda :

اكثروا من ذكر هاذم اللذات

Perbanyaklah kalian mengingat sesuatu yang memutuskan semua kelezatan (yaitu memperbanyak mengingat mati)

Mengingat mati bukan hanya kita ingat akan mati, tapi kita bertafakkur bagaimana setelah mati nanti? Apakah kita akan selamat dari siksa kubur? Apakah kita akan selamat dari siksa neraka? Ini yang harus kita ingat untuk memotivasi supaya bisa meningkatkan ibadah kita.

MANFA’AT MENGINGAT MATI

1. Bisa melunakkan hati yang keras. Hati yang keras yang susah menerima nasihat baik, susah diajak beribadah, tak mau melaksanakan perintahkan Allah, itu disebabkan hati kita keras, hatinya tertutup dari kebenaran. Dari banyak mengingat mati Insya Allah dapat melunakkan hati yang keras. Dalam suatu riwayat disebutkan :

ان امرأة دخلت على عائشة رضي الله عنها : يا اماه مادواء القلب القاسي ؟ فقالت لها : دواءه ان تكثري من ذكر الموت

Sesungguhnya ada seorang wanita yang mendatangi Siti Aisyah Ummul Mukminin radiyallahu ‘anha, dia bertanya kepada Siti Aisyah “ Wahai Ibu apa obat untuk hati yang keras? Siti Aisyah menjawab : Obat hati yang keras adalah engkau memperbanyak mengingat mati (Lihat kitab Mukhtassor Tadzkirotul Qurtubi)

Untuk melunakkan hati yang keras bisa juga dengan berziarah kubur, kita datang ke kuburan orang sudah meninggal, baik orang tua, guru-guru kita, para ‘Ulama atau sahabat. Tapi ingat kita berziarah bukan untuk meminta-minta ke kuburan, tapi kita mendo’akan orang yang sudah meninggal dan agar jadi pengingat kepada kita bahwa suatu saat kita-pun akan mati, maka sebelum mati harus mempersiapkan bekal dengan beramal saleh. Rasulullah SAW bersabda :

كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فانها تزهد في الدنيا وتذكر الاخرة

Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang kalian berziarahlah ke kubur, karena sungguh ziarah kubur itu bisa membuat engkau menjadi zuhud dalam urusan dunia dan supaya engkau ingat akan hari akhir.

Para ‘Ulama menyarankan jika kita mau ziarah kubur harus dalam keadaan lapar supaya bisa mengambil peringatan bahwa kita pun suatu saat akan menyusul orang yang sudah meninggal.

2. Mengingat mati bisa menghindarkan seseorang dari berbuat ma’siat. Karena dirinya akan berfikir dan merasa takut jika mati ketika ma’siat.

3. Mengingat mati dapat meninggalkan kesenangan dunia.
Maksudnya bukan berarti kita harus meninggalkan dunia, akan tetapi jangan sampai kita terlena dengan kesenangan dunia yang sementara hingga melupakan kebahagiaan akhirat yang kekal, jangan disibukkan mengurusi dunia saja sementara kita melupakan akhirat.

4. Mengingat mati dapat meringankan musibah yang terjadi pada kita.

Dengan begitu kita tahu bahwa ada musibah yang paling besar yaitu musibah mati, dan musibah yang menimpa kita tidaklah sebesar musibah mati.

فاصابتكم مصيبة الموت

Maka musibah mati menimpa kalian (Al-Maidah ayat : 6)

Di samping mati merupakan musibah yang besar, masih ada lagi musibah yang amat besar yaitu keluar dari islam alias murtad, na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita mati membawa iman islam, aamiin.

5. Mengingat mati dapat Menghilangkan tulul ‘amal (panjang angan2 alias banyak lamunan yang bisa menyebabkan seseorang malas beribadah)

6. Mengingat mati dapat menjadikan seseorang zuhud.
Zuhud bukan berarti meninggalkan perkara duniawi, karena kita ini sedang hidup di dunia, bagaimana pun juga kita butuh dengan yang namanya dunia, bahkan Rasul berkata supaya umat islam bisa seimbang antara dunia dan akhirat.

Yang dimaksud zuhud di sini artinya tidak begitu mementingkan perkara dunia. Apabila kita diberikan banyak harta, kita merasa tidak ada manfa’atnya jika harta tersebut tidak dibelanjakan di jalan Allah. Kita lihat kehidupan para sahabat Nabi yang zuhud, banyak di antara mereka yang kaya raya seperti Sayyidina Abu bakar As-siddiq atau Sayyidina Usman bin ‘Affan radiyallahu ‘anhuma, mereka adalah sahabat nabi yang kaya juga zuhud, harta mereka dipakai untuk memperjuangkan agama Allah.

7. Mengingat mati bisa membuat diri merasa cukup dengan harta yang dimiliki juga disyukurinya.

8. Mengingat mati bisa membuat senang dengan kehidupan akhirat

9. Mengingat mati bisa menjadi pendorong untuk  beramal saleh.

KEMULIAAN BAGI ORANG BANYAK MENGINGAT MATI

قال ابو حامد اللفاف : من اكثر من ذكر الموت اكرم بثلاثة اشياء : تعجيل التوبة وقناعة القوت ونشاط العبادة . ومن نسي الموت عوقب بثلاثة اشياء : تسويف التوبة وترك الرضا بالكفاف والتكاسل في العبادة

Telah berkata Imam Abu Hamid Al-Laffaf : barang siapa yang banyak mengingat mati akan dimuliakan dengan tiga perkara : 1. Mempercepat taubat 2. Merasa cukup dengan bekal yang ada 3. Rajin ibadah. Dan barang siapa yang melupakan mati akan dihukum dengan tiga perkara : 1. Menunda-nunda taubat 2. Tidak rido dengan apa yang telah diberikan Allah (hidupnya selalu tidak merasa cukup) 3. Malas beribadah. (lihat kitab Tanbihul Gaafilin)

No comments:

Post a Comment