KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN

بسم الله الرحمن الرحيم
Keutamaan Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Quran merupakan sebagian dari ibadah yang paling utama, sesuai sabda Rasulullah SAW :


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : افضل عبادة امتي قراءة القران

Telah berkata Rasulullah SAW : Ibadah yang paling utama dari umatku yaitu membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran juga  merupakan cara untuk berkomunikasi dengan Allah, Rasululallah SAW bersabda :


من اراد ان يتكلم مع الله فليقرإ القران

Barang siapa yang ingin berkomunikasi dengan Allah, maka bacalah A-Qur'an.

Maka bacalah Al-Qur'an setiap hari walaupun sedikit, mau satu hari satu juz, dua juz, ataupun hanya satu lembar atau satu halaman, berapa saja kita sanggup. sedikit tapi dilakukan setiap hari itu lebih baik dari pada banyak-banyak tapi tidak mudawamah, Rasulullah SAW bersabda :


احب الأعمال الى الله ادومها وان قل

Amal yang paling dicintai Allah adalah 'amal yang mudawamah (terus-menerus) walaupun sedikit.

Al-Quran akan memberikan syafa'at terhadap orang yang senantiasa membacanya, Rasulullah SAW bersabda :


اقرءوا القران فانه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

Bacalah Al-Quran oleh kalian, karena Al-Quran itu akan memberikan Syafa'at kepada orang yang membacanya.


Membaca Al-Quran akan membuat hati menjadi tenang, karena membaca Al-Quran itu merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah. Firman Allah SWT :


الا بذكر الله تطمئن القلوب

Ingatlah dengan mengingat Allah akan menenteramkan hati.


Ketika seseorang mengkhatamkan Al-Quran, maka Malaikat akan mendo'akan orang tersebut. Rasulullah SAW bersabda :


اذا ختم العبد القرأن صلى عليه عند ختمه ستون الف ملك

Barang siapa yang mengkhatamkan Al-Quran, maka enampuluh ribu malaikat mendo'akan dia ketika khatamnya.


مثل المؤمن الذي يقرأ القرأن كمثل الاترجة , ريحها طيب وطعمها طيب , ومثل المؤمن الذي لا يقرأ القرأن كمثل التمرة لا ريح لها وطعمها حلو , ومثل المنافق الذي يقرأ القرأن كمثل الريحنة ريحها طيب وطعمها مر , ومثل المنافق الذي لايقرأ القرأن كمثل الحنظلة ليس لها ريح وطعمها مر

Perumpamaan orang Mu'min yang membaca Al-Qur'an seperti buah Utrujjah, yang harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang Mu'min yang tidak membaca Al-Qur'an seperti buah kurma yang tidak harum tapi rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafiq yang membaca Al-Qur'an seperti  Raihanah yang wangi tapi rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al-Qur'an seperti buah Handzolah yang tidak harum dan rasanya pahit. (H.R IMAM BUKHORI DAN MUSLIM)


ادبوا اولادكم على ثلاث خصال : حب نبيكم وحب أهل بيته وقراءة القرأن . فإن حملة القرأن في ظل الله ويم لا ظل الا ظله مع أنبيائه وأصفيائه

Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu : Mencintai Nabi kalian dan mencintai keluarga serta membaca Al-Qur'an, karena sesungguhnya orang-orang yang hafal Al-Qur'an itu kelak akan berada di bawah naungan Allah, yaitu pada hari yang tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya, berada bersama dengan para Nabi kekasih-kekasih-Nya. (H.R. Ad-Dailamiy) 


خيركم من تعلم القرأن وعلمه

Sebaik-baiknya dari kalian yaitu orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.

Di samping kita membaca Al-Quran, kita juga harus mempelajari serta mengamalkannya, tapi ingat mempelajari Al-Quran jangan sekehendak nafsu kita, banyak orang yang menjelaskan Al-Quran sesenaknya, ini bisa sesat dan menyesatkan. kita harus pelajari tafsir-tafsirnya, ilmu alatnya. Banyak para 'Ulama yang mengarang kitab tafsir, ada tafsir Qurtubi, tafsir Thobari, jalalain, Ibnu kasir dan lain-lainnya, kitab-kitab ini kita jadikan rujukan, karena mereka para 'Ulama yang faham akan isi Al-Quran. Dan kita ikuti para 'Ulama yang merupakan ahli waris para Nabi. Jadi kita jangan menafsirkan Al-Quran sekehendak nafsu kita.

No comments:

Post a Comment