TINGKATAN PUASA

بسم الله الرحمن الرحيم

Para ‘Ulama membagi tingkatan puasa ini kepada tiga tingkatan, ini sering kita dengar dari guru-guru kita.

Pertama ada yang disebut puasa ‘Awam, definisi dari puasa ‘awam ini ialah :


اما صوم العوام فكف البطن والفرج عن قضاء الشهوة

Adapun puasa ‘Awam yaitu Menjaga perut dan farji dari memenuhi syahwatnya.

Jadi puasa ini hanya sebatas menahan lapar, haus dan jima’ saja.

Kedua puasa Khawash


اما صوم الخواص فهو صوم الصالحين , وهو كف الجوارح عن الاثام فلا يتم ذلك الا بمداومة خمسة أشياء : الاول غض البصر عن كل ما يذم شرعا , والثاني حفظ اللسان عن الغيبة والكذب والنميمة واليمين الغموس , والثالث كف الاذن عن استماع كل مكروه , والرابع كف جميع الاعضاء عن المكاره وكف البطن عن الشبهات في وقت الافطار , والخامس ان لايستكثر من الحلال وقت الافطار بحيث يملأ بطنه

Adapun puasa khusus ialah puasanya orang-orang yang shalih yaitu menahan semua anggota badan dari perbuatan dosa, menahan perbuatan dosa ini tidak akan sempurna kecuali dengan membiasakan lima perkara : 1. Menundukkan pandangan dari setiap perkara yang dicela menurut syara’, 2. Menjaga lisan dari menceritakan keburukan orang lain (gibah), berbohong, mengadu domba orang lain (memfitnah), sumpah palsu, 3. Menjaga telinga (pendengaran) dari mendengarkan hal-hal yang buruk (yang dibenci) menurut syara’, 4. Menjaga SEMUA anggota badan dari hal-hal yang buruk menurut syara’, dan menjaga perut dari makanan yang syubhat (samar/tidak jelas halal dan haramnya) ketika berbuka puasa, 5. Tidak terlalu banyak makan ketika berbuka puasa hingga makanan tersebut memenuhi perutnya walaupun makanan yang dimakan adalah halal.

Jadi puasa khawash selain menahan lapar, haus dan jima' juga menahan seluruh anggota badan dari perbuatan dosa seperti yang telah disebutkan di atas.

Ketiga puasa khawasul-khawash (puasa yang lebih khusus)


واما صوم خواص الخواص : فصوم القلب عن الهمم الدنية والافكار الدنيوية وكفه عما سوى الله بالكلية , فاذا تفكر هذا الصائم فيما سوى الله يحصل الفطر من صومه وهو رتبة الانبياء والصديقين

Dan adapun puasa khowasil-khowas adalah menjaga hati dari niat atau keinginan yang bersifat duniawi yang hina, menjaga fikiran dari hal-hal yang berhubungan dengan urusan dunia, dan mencegah hati dari sesuatu selain Allah. Apabila orang yang berpuasa seperti ini memikirkan sesuatu selain Allah, maka batal puasanya, dan puasa ini adalah tingkatan puasa para Nabi dan orang-orang yang benar.

Yang ketiga inilah yang paling sempurna, selain menahan lapar, dahaga, jima', menahan anggota badan dari perbuatan ma'siat, juga menjaga fikiran dan hatinya agar senantiasa mengingat Allah SWT. Mungkin bagi saya pribadi baru bisa puasa tingkatan orang 'awam saja. Namun meskipun begitu, kita tetap berharap semoga Allah menerima dan menyempurnakan segalah kekurangan ibadah kita. Aamiin.

Wallahu A’lam

0 Response to "TINGKATAN PUASA"

Post a Comment