AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL-JAMA'AH TENTANG MALAIKAT

بسم الله الرحمن الرحيم

Kita sebagai umat Islam wajib mempercayai adanya makhluq ghaib yang dijadikan oleh Allah dari cahaya yaitu malaikat. Jumlah Malaikat tidak terhitung banyaknya dan hanya Allah lah yang tahu karena Dialah yang menciptakannya. Malaikat itu bermacam-macam, ada malaikat Hamlatul-'Arsy (malaikat yang memikul 'Arsy), Malaikat Karubiyyun (malaikat yang mengelilingi 'Arsy), Malaikat Safarah (Jibril, Mikail, Israfil dan 'Azrail), Malaikat Hafadzah (malaikat yang menjaga manusia berjumlah 20 untuk menjaga satu orang) dan Malaikat Katabah (Penulis amal).

Untuk kita umat Islam wajib mengetahui secara tafsil (terperinci) jumlah malaikat yang 10 beserta tugas-tugasnya. 

1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan Wahyu kepada Nabi dan Rasul
2. Malaikat Mikail bertugas Menyampaikan rizki
3. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala di hari kiamat
4. Malaikat 'Azroil bertugas mencabut nyawa
5. Malaikat Munkar bertugas memeriksa manusia di alam kubur
6. Malaikat Nakir bertugas memeriksa manusia di alam kubur
7. Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik manusia
8. Malaikat 'Atid bertugas mencatat amal buruk manusia
9. Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka
10. Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu syurga 

Malaikat merupakan makhluq Allah yang suci yang disebut ruhul-qudus, sucinya Malaikat karena disucikan oleh Allah, ghaibnya Malaikat  karena dighaibkan oleh Allah, sudah tentu suci dan ghaibnya Malaikat berbeda dengan Allah, Allah yang menciptakan dan Malaikat yang diciptakan, pencipta dan yang diciptakan sudah pasti berbeda. Tidak ada satu pun yang menyerupai Allah SWT.

Malaikat adalah hamba Allah yang tidak diberikan Nafsu, tidak makan tidak minum, bukan laki-laki dan bukan pula perempuan, tidak punya ibu dan tidak punya bapak, karena itu malaikat tidak menikah. Malaikat hanya Ta'at dan patuh terhadap perintah Allah dan tidak pernah mendurhakai-Nya. Firman Allah SWT :


لايعصون الله ما امرهم ويفعلون ما يؤمرون

Malaikat-malaikat tak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang Allah perintahkan kepada mereka, dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. (At-tahrim : 6)

Mencintai Malaikat merupakan syarat sah Iman, dan membenci Malaikat adalah kufur.