CARA MENSYUKURI NI'MAT ALLAH

بسم الله الرحمن الرحيم

فاذكروني أذكركم واشكرولي ولا تكفرون

Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kamu kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku (QS. Al-Baqarah : 152)

Allah SWT telah memberikan banyak ni'mat, yang diberi bukan saja kaum muslimin, melainkan seluruh makhluq-Nya, kita sebagai umat Islam tentu wajib mensyukuri segala ni'mat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita yang tak dapat dihitung saking banyaknya, mulai dari kita diciptakan hingga sekarang sudah berapa banyak ni'mat yang Allah berikan. Dalam Al-qur'an Allah katakan

وان تعدوا نعمة الله لاتحصوها

Dan jika kalian menghitung ni'mat Allah, tentu kalian tidak dapat menghinggakannya (QS. Ibrahim : 34).

Jika kita senantiasa bersyukur tentu Allah akan menambah ni'mat-Nya kepada kita

لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد

Jika kamu bersyukur akan Kami tambah ni'mat untukmu, dan jika kamu kufur terhadap ni'mat-Ku, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim : 7).

Lalu pertanyaannya sekarang ialah :
1. Siapa yang wajib bersyukur?
2. Kepada siapa kita bersyukur?
3. kenapa kita wajib bersyukur?
4. Bagaimana caranya bersyukur?

Jawaban
1. Yang wajib bersyukur adalah kita sebagai umat Islam, kaya atau miskin sama saja wajib bersyukur, karena Allah memberikan ni'mat bukan saja kepada orang kaya, semuanya Allah kasih ni'mat. Tentu kita sebagai umat Islam yang hanya kepada Allah menyembah harus menjadi contoh sebagai orang yang pandai bersyukur.

فكلوا مما رزقكم الله حلالا طيبا واشكروا نعمة الله ان كنتم اياه تعبدون

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan oleh Allah kepada kalian, dan syukurilah ni'mat Allah jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah (QS. An-Nahl : 114).

2. Kita bersyukur kepada Allah dan kepada manusia, jika manusia bersyukur kepada Allah tentu ia bersyukur pula kepada manusia

ووصينا الانسان بوالديه حملته أمه وهنا على وهن وفصاله في عامين أن اشكرلي ولوالديك الي المصير

Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada Ibu dan Bapaknya, Ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembali (QS. Luqman : 14)

Jelas dalam ayat di atas bahwa kita bersyukur kepada Allah dan kepada manusia, sebagai contoh bersyukur kepada manusia dengan jalan berbuat baik kepada kedua orang tua. Terlebih kita juga diperintah berbuat baik kepada kerabat, saudara, tetangga dan sesama manusia.

3. Kita bersyukur karena diperintah oleh Allah, namun perlu diingat bahwa keuntungan seseorang bersyukur itu bukan untuk Allah, melainkan untuk dia sendiri. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa jika seluruh makhluk Allah bertakwa, maka itu tidak akan menambah Keagungan Allah, begitu pula sebaliknya jika seluruh makhluq berbuat dosa kepada Allah, itu juga tidak akan mengurangi keagungan Allah, karena Allah maha Mulia dan Maha Agung. Untung dan rugi ditanggung oleh manusia itu sendiri.

ومن يشكر فانما يشكر لنفسه ومن كفر فان الله غني حميد

Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (QS. Luqman : 12).

4. Untuk menjawab pertanyaan keempat tentang bagaimana cara bersyukur, saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang hakikat syukur yang seharusnya saya tulis di awal, namun tidak apalah yang penting bisa dipahami dan paling penting bisa dilaksanakan.

Dalam kitab Mau'idotul Mu'minin Min Ihya 'Ulumiddin dikatakan bahwa syukur itu tersusun atas 3 hal

1. Ilmu, yaitu mengetahui bahwa ni'mat itu adalah pemberian dari Pemberi ni'mat yaitu Allah SWT, artinya kita mengetahui bahwa segala ni'mat yang kita dapat itu merupakan pemberian dari Allah sang Pemberi ni'mat. Firman Allah SWT dalam surat An-Nahl yang artinya :

Dan apa saja ni'mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan (QS. An-Nahl : 53)

2. Hal, yaitu keadaan gembira karena ni'mat-ni'mat tersebut.

3. Amal, yaitu mendirikan (melaksanakan) sesuatu yang dimaksud dan dicintai oleh Pemberi ni'mat.

Cara bersyukur

Cara bersyukur ialah dengan beramal, beramal di sini meliputi Hati, Lisan dan Anggota Badan

1. Bersyukur Dengan Hati, yaitu bermaksud untuk berbuat kebaikan dan merahasiakannya dari makhluq. Jika kita senantiasa punya niat dalam hati untuk berbuat kebaikan, maka itulah syukur dengan hati, karena tidak setiap orang dalam hatinya punya niat untuk berbuat kebaikan, terkadang kita sendiri suka ada niat dalam hati untuk berbuat keburukan.

Dalam sebuah keterangan dijelaskan bahwa Niat lebih baik daripada amal, dan jika seseorang berniat baik maka dituliskan pahala baginya sebelum ia mengerjakannya, dan jika punya niat buruk maka tidak akan dituliskan sebelum perbuatan buruk tersebut dikerjakan. 

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa yang pada waktu pagi tidak ada niat aniaya kepada seseorang, maka diampuni dosanya. Dan barangsiapa yang pada waktu pagi berniat akan menolong orang yang teraniaya serta menunaikan hajat orang islam, maka baginya pahala seperti pahala haji mabrur".

Namun perlu diingat bahwa di sini bukanlah hanya niat saja tanpa beramal, seperti seseorang hanya niat dalam hati saja akan shalat atau puasa tanpa melakukannya, ini adalah pemahaman yang salah besar, bukankah niat itu mesti dengan berbuat?

2. Bersyukur Dengan Lisan, yaitu dengan memuji Allah, maka ucapkan Alhamdulillah

3. Bersyukur Dengan Anggota Badan, yaitu menggunakan segala ni'mat yang Allah berikan untuk berbuat keta'atan (berbuat kebaikan). Kita diberi ni'mat bisa melihat, bisa melangkah dan lain sebagainya, maka gunakan ni'mat tersebut dalam kebaikan sesuai perintah Allah dan Rasulnya. Kita diberi harta oleh Allah, maka bayarlah zakatnya, bersedekah, gunakan di jalan Allah. Artinya laksanakan segala perintah Allah dan jauhi segala apa yang dilarangnya. Itulah ma'na dari bersyukur. Jika ditanya apakah shalat, puasa, zakat dan haji adalah bagian dari syukur? Ya. Apakah menjauhi perbuatan ma'siat juga merupakan syukur? Ya, karena anggota badan kita tidak digunakan dalam ma'siat dan digunakan dalam kebaikan, maka itu adalah syukur.

No comments:

Post a Comment