PEMBAGIAN NAJIS

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengertian Najis


كل مستقذر يمنع صحة الصلاة

Segala sesuatu yang kotor yang dapat menghalangi sahnya shalat.

Pembagian Najis

1. Najis Mughalladzoh ialah najis yang berat yaitu najis anjing dan babi dan keturunannya, najis babi lebih berat dari pada anjing.

2. Najis Mukhaffafah ialah najis yang ringan yaitu air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum makan apa-apa selain air susu ibunya (bukan susu sapi).

3. Najis Mutawasithah ialah najis yang pertengahan, seperti air kencing, kotoran manusia ataupun hewan, darah, bangkai (kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang tidak najis) dan lain sebagainya.

Untuk menyucikan najis yang pertama perlu dilakukan ialah dengan menghilangkan dulu bentuknya najis, lalu dicuci sampai bersih, saran saya untuk mencuci pakaian ada baiknya ketika terakhir membersihkan supaya bisa mengalirkan air dari atas sampai ke bawah pakaian tersebut, jangan hanya di rendam dengan air bersih di dalam ember, karena air dalam ember adalah air yang sedikit, jika ada najis yang tidak kelihatan lalu direndam semua dalam satu ember, maka semuanya akan najis pula, jadi lebih baik satu persatu pakaian tersebut dialiri air dari atas sampai bawah supaya najisnya turun/hilang.

Untuk menghilangkan najis Mughalladzah itu wajib menggunakan tanah, satu kali dengan tanah dan enam kali dengan menggunakan air. Rasulullah SAW bersabda:


طهور اناء احدكم اذا ولغ فيه الكلب ان يغسله سبع مرات , اولاهن او اخراهن بالتراب

Sucinya tempat/wadah-mu apabila dijilat anjing, maka mencucinya 7x, permulaan atau penghabisan pencucian itu dengan menggunakan tanah.

Najis Mutawassithah terbagi ke dalam 2 bagian :

1. Najis 'Ainiyah ialah najis yang ada rasa, bau dan rupa / bentuknya, mensucikannya harus menghilangkan rasa, bau dan bentuknya.

2. Najis Hukmiyyah ialah najis yang tidak ada rasa, bau dan rupa / bentuknya, menghilangkannya cukup dengan mencucinya sampai bersih.

Wallahu A'lam.