ARTI BID'AH DAN PEMBAGIANNYA

بسم الله الرحمن الرحيم

Bid'ah ialah sesuatu yang baru atau segala hal yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Syeikh Izzuddin bin 'Abduss salam salah seorang 'Ulama Madzhab Imam Asy-Syafi'i berkata :

البدعة فعل ما لم يعهد في عصر رسول الله صلى الله عليه وسلم

Bid'ah itu adalah suatu pekerjaan keagamaan yang tidak dikenal pada zaman Rasulullah SAW. 

Pada dasarnya bid'ah itu ada yang baik dan yang buruk. Imam Asy-Syafi'i Radiyallahu 'Anhu berkata :

ما احدث وخالف كتابا او سنة او اجماعا او اثرا فهو البدعة الضلالة وما أحدث من الخير ولم يخالف شيئا من ذالك فهو البدعة المحمودة

Sesuatu yang baru dan bertentangan dengan Al-Qur'an atau sunnah Nabi atau Ijma' atau Atsar sahabat maka itu merupakan Bid'ah Dhalalah (bid'ah sesat), dan sesuatu yang baru dari kebaikan dan tidak bertentangan sedikitpun dengan Al-Qur'an atau sunnah Nabi atau Ijma' atau Atsar sahabat, maka itu merupakan bid'ah Mahmudah (bid'ah terpuji/baik)

Dalam riwayat Abu Nu'im, Imam Syafi'i pernah berkata :

البدعة بدعتان : محمودة ومذمومة , فما وافق السنة فهو محمود , وما خالفها فهو مذموم

Bid'ah itu ada dua macam : Bid'ah yang terpuji dan bid'ah yang tercela, Bid'ah yang terpuji ialah yang sesuai dengan sunnah Nabi, dan yang tercela ialah yang tidak sesuai dengan sunnah Nabi (Kitab Fathul Bari).

Dasar yang dijadikan pendapat Imam Asy-Syafi'i :

1. Nabi Muhammad SAW pernah berkata :

من أحدث في أمرنا هذا ماليس منه فهو رد

Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini (urusan agama) sesuatu yang tidak ada dalam agama, maka perbuatan itu ditolak (HR. Imam Muslim - Syarah Muslim)

2. Nabi Muhammad SAW pernah berkata yang artinya :

Barang siapa yang mengadakan Sunnah Hasanah (sunnah yang baik) dalam Islam maka diamalkan sunnah hasanah itu oleh orang kemudian, maka diberikan pahala kepadanya sebagai pahala orang yang mengerjakan kemudian dengan tidak mengurangi sedikitpun dari pahala orang yang mengerjakan di kemudian itu. Dan barang siapa yang mengadakan Sunnah Sayyiah (sunnah yang buruk) dalam Islam maka diamalkan sunnah buruk itu oleh orang kemudian, maka diberikan dosa kepadanya sebagai dosa orang yang mengerjakan kemudian dengan tidak mengurangi sedkitpun dari dosa orang yang mengerjakan di kemudian itu. (HR. Imam Muslim - Syarah Muslim).

Dari hadis yang kedua di atas jelas bahwa orang muslim boleh mengadakan sunnah hasanah dan dilarang mengadakan sunnah sayyiah.

3. Di dalam Syarah Bukhari dikatakan yang artinya :

Dari Abdurrhman bin Abdul Qaray, beliau berkata ; " Saya keluar bersama Sayyidina 'Umar bin Khattab pada suatu malam Ramadhan ke Masjid Madinah. Didapati dalam Masjid itu orang-orang sembahyang tarawih bercerai-berai, ada yang sembahyang sendiri-sendiri, dan ada yang sembahyang dengan beberapa orang di belakangnya. Maka Sayyidina 'Umar berkata : "Saya berpendapat akan mempersatukan orang-orang ini, kalau disatukan dengan satu Imam sesungguhnya lebih baik, serupa dengan sembahyang Rasulullah SAW". Maka Beliau satukan orang-orang itu sembahyang di belakang seorang Imam yang bernama Ubai bin Ka'ab. Kemudian pada suatu malam kami datang lagi ke Masjid, lalu kami melihat orang sembahyang berkaum-kaum di belakang seorang Imam. Sayyidina 'Umar berkata : "Ini adalah bid'ah yang baik". (Sahih Bukhari)

Syeikh Muhammad bin 'Abdussalam membagi bid'ah kepada lima bagian :

1. Bid'ah Wajib
2. Bid'ah Haram
3. Bid'ah Makruh
4. Bid'ah Sunnah
5. Bid'ah Mubah

Oleh karena itu janganlah kita mudah mengatakan bahwa sesuatu yang baru adalah bid'ah sesat, kita harus teliti dulu apakah pekerjaan baru itu bertentangan dengan Al-qur'an atau Sunnah atau Asar atau Ijma, jika bertentangan baru kita katakan bahwa itu bid'ah sesat, jika tidak bertentangan maka itu bid'ah hasanah/baik.

Wallahu A'lam

0 Response to "ARTI BID'AH DAN PEMBAGIANNYA"

Post a Comment