PENGERTIAN HASUD

بسم الله الرحمن الرحيم

Hasud merupakan salah satu dari banyaknya sifat tercela yang dilarang oleh agama, saking dilarangnya Allah menegaskan kepada kita supaya kita meminta perlindungan dari orang-orang yang hasud, sebagaimana yang Allah jelaskan di dalam surat Al-falaq.


Pengertian hasud itu sendiri ialah :

أن يجد الانسان في صدوره وقلبه ضيقا وحرجا , وكراهية لنعمة أنعم الله بها على عبد من عباده في دينه ودنياه , حتى أنه ليحب زوالها عنه

Manusia yang di dalam hatinya terdapat kesempitan atau rasa jengkel dan benci terhadap ni’mat Allah yang didapat oleh sebagian hamba Allah. Sehingga (orang hasud itu) lebih senang apabila keni’matan itu hilang dari hamba tersebut.

Dalam Kitab Nasoihul 'Ibad dijelaskan :


الحسد هو تمني زوال نعمة الغير

Hasud ialah mengharapkan lenyapnya keni'matan yang ada pada diri orang lain.

Artinya orang yang hasud itu tidak senang bila orang lain mendapatkan keni’matan/kesenangan, ini merupakan sifat yang dapat merusak, termasuk orang yang menyimpan dendam dan permusuhan dalam hatinya, sedikit rasa kasih sayang dan selalu berburuk sangka terhadap sesama muslim. Bahaya dari sifat hasud ini dapat menghapus pahala kebaikan, sebagaimana Rasulullah SAW berkata :


اياكم والحسد , فان الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

Jauhilah (Takutlah) kalian akan sifat hasud, karena hasud itu dapat menghancurkan kebaikan-kebaikan sebagaimana api menghancurkan kayu bakar.

Dalam hadis lain di katakan :


ثلاثة لا ينجوا منهن أحد الظن والحسد والطيرة , قيل : يا رسول الله وما ينجي منهن ؟ قال : اذا حسدت فلا تبغ واذا ظننت فلا تحقق واذا تطيرت فامض

Seseorang tidak akan selamat dari 3 hal, yaitu : Sangkaan, Hasud dan Thiyaroh (ramalan akan terjadi hal-hal buruk). Rasul di tanya, "apa yang bisa menyelamatkan dari 3 hal itu"? Rasul berkata : "apabila engkau hasud maka janganlah engkau berbuat, dan jika engkau berprasangka maka janganlah engkau membenarkannya (menguatkan prasangkamu), dan jika engkau meramalkan hal buruk maka lewatkanlah.

Maksud dari hadis di atas ialah : Jika terdapat hasud di dalam hatimu, maka jangan engkau tampakkan hasud itu dengan ucapan dan perbuatanmu. Jika engkau berprasangka buruk terhadap seorang muslim maka janganlah engkau membenarkan prasangka itu sebelum engkau melihat kenyataan yang sebenarnya. Dan jika engkau keluar ke satu tempat kemudian mendengar suara binatang berbisa atau suara burung, maka jangan engkau ambil suara tersebut sebagai pertanda buruk.

No comments:

Post a Comment