Syarat Menjadi Ma'mum

بسم الله الرحمن الرحيم

Syarat-syarat ma'mum atau syarat mengikuti imam :

1. Ma'mum wajib niat Iqtida' (mengikuti) atau niat berjama'ah atau niat berma'mum kepada imam, niat tersebut di dalam hati yang dibarengkan dengan mengucapkan takbir ihram. Apabila ma'mum tidak membarengkan niat iqtida' dengan takbir ihram ketika shalat jum'at maka tidak sah karena shalat jum'at wajib dilakukan berjama'ah. Jika niat iqtida' tidak dibarengkan dengan takbir ihram ketika shalat selain shalat jum'at, maka sah shalat ma'mum sebagai shalat munfarid (sendirian) dan tidak akan mendapatkan keutamaan berjama'ah. Jika seseorang shalat di belakang orang lain tanpa niat berjama'ah dan dia mengikuti gerakan shalat orang yang ada di depannya, maka shalatnya batal.

2. Ma'mum tidak boleh berada di tempat yang lebih ke depan, makruh hukumnya bila ma'mum dan imam sejajar.

3. Ma'mum mengetahui perpindahan gerak shalatnya imam, baik melihat secara langsung atau melihat barisan atau mendengar suara imam atau suara muballigh (penyambung suara imam).

4. Hendaknya imam dan ma'mum berada pada satu tempat.

5. Ma'mum dan imam harus serasi, artinya ma'mum harus mengikuti perbuatan imam, misalnya imam melakukan sujud tilawah, maka ma'mumpun harus melakukannya, atau imam bertasyahhud awal maka ma'mumpun harus mengikutinya.

6. Ma'mum tidak boleh tertinggal dari imam sebanyak 2 rukun fi'li (rukun pekerjaan), misalnya imam sudah ruku' dan i'tidal dan turun untuk sujud sementara ma'mum masih berdiri belum ruku', ini tidak boleh, dan jika ma'mum tertinggal 2 rukun seperti tersebut maka shalat ma'mum batal.

7. Ma'mum tidak mengetahui bila imam shalatnya batal karena hadas atau yang lainnya, jika ma'mum tahu bahwa imam shalatnya batal dan sementara imam tetap melanjutkan shalatnya, maka ma'mum wajib memisahkan diri dari imam dengan niat di dalam hati memisahkan diri dari imam, karena tidak boleh berma'mum kepada orang yang diyakini shalatnya batal.

8. Ma'mum tidak boleh punya i'tiqad bahwa imam melaksanakan shalat qodo.

9. Tidak sah seseorang yang bacaanya fasih berma'mum kepada orang yang bacaanya jelek.

10. Tidak sah berma'mum kepada ma'mum. Misalnya ada 2 orang yang masbuq, setelah imam salam lantas kedua orang tersebut berdiri untuk menambah raka'at yang tertinggal, salah satu dari dua orang tersebut tidak boleh berma'mum kepada yang satunya lagi, karena dua-duanya sama-sama telah berma'mum kepada satu imam yang telah selesai shalatnya tadi, dan jika ada orang yang baru datang lalu berma'mum kepada salah satu dari dua orang yang tadi, maka ini boleh.

Wallahu A'lam.

0 Response to "Syarat Menjadi Ma'mum"

Post a Comment