PERJANJIAN FUDUL

بسم الله الرحمن الرحيم

Lanjutan dari artikel perang Fujjar

Setelah kaum Quraisy kembali dari peperangan Fujjar, mereka sepakat untuk mengadakan perundingan. Maka terlaksanalah di rumah 'Abdullah bin Jad'an At-Tamimy salah satu dari pemimpin-pemimpin kaum Quraisy. Adapun orang-orang yang mengadakan perjanjian itu ialah Bani Hasyim, Bani Muthalib, dua anak Bani Ibnu 'Abdi Manaf, dua anak Bani Asad bin 'Abdul 'Uzza bin Qushay, dua anak Bani Zahrah bin Kilab, dua anak Bani Tayim bin Murrah. Mereka mengadakan perjanjian untuk tidak membiarkan seseorang teraniaya di kota Makkah, baik dia penduduk asli dari Makkah atau bukan, mereka akan berdiri bersamanya untuk membelanya. Perundingan ini dihadiri pula oleh Rasulullah SAW yang ikut bersama paman-pamannya. 

Sesudah Allah mengangkatnya menjadi Rasul, beliau memberikan komentar tentang perjanjian tersebut seraya berkata : "Sungguh aku telah menyaksikan sendiri perjanjian yang telah dibuat bersama paman-pamanku di rumah 'Abdullah bin Jad'an, yang lebih aku senangi daripada ternak unta. Seandainya di masa Islam ini aku diajak melakukan hal yang sama, niscaya aku akan menerimanya".

Demikian itu karena Nabi Muhammad SAW diutus dengan akhlak-akhlak yang mulia, dan hal ini termasuk di antaranya, memang Islam telah banyak mengakui hal seperti itu. Ini ditunjukkan oleh sabda beliau :

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia"

Sungguh Nabi SAW telah mengajak untuk melaksanakan perjanjian ini yang akhirnya mereka menyadari dan mau menerimanya.

Kitab Tarikh "Nurul Yaqin"

No comments:

Post a Comment