RINGKASAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW BAGIAN II

بسم الله الرحمن الرحيم


Artikel tentang ringkasan sejarah Nabi ini kelanjutan dari artikel sebelumnya, yang mana untuk bagian I sudah selesai ditulis perjudul serta ringkasannya. Dan ini ringkasan bagian kedua, semoga bermanfa'at.!

Ketika usia Nabi Muhammad SAW mencapai 40 tahun, Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam (Nabi SAW diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun). Turunnya wahyu dimulai dengan mimpi yang benar. Kemudian malaikat Jibril turun ketika Nabi SAW sedang beribadah di Goa Hira, Jibril mengajarkan kepada Nabi bagaimana memberikan petunjuk kepada manusia menuju jalan yang lurus. 

Nabi Muhammad memulai da'wah dengan cara sembunyi-sembunyi setelah turun Al-Qur'an surat Al-Muddasir ayat 1-7, adapun orang yang pertama beriman adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, 'Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Harisah radiyallahu 'Anhum.


Setelah Nabi SAW berda'wah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun, beliau diperintah Allah untuk berda'wah secara terang-terangan dengan turunnya surat Al-Hijr ayat 94. Nabipun mengumpulkan kaumnya dan memberikan peringatan kepada mereka tentang siksa akhirat, ketika itulah turun surat Asy-Syu'araa ayat 214 yang artinya : "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat". Nabi SAW mengumpulkan keluarga dan kerabat-kerabatnya serta menyampaikan risalah dari Tuhannya, akan tetapi pamannya (Abu Lahab) menolak dengan penolakan yang buruk.


Adapun bangsa Arab sebelum diutusnya Nabi, meraka (bangsa Arab) menyembah patung-patung, membunuh anak-anak laki-laki dan mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan mereka. Sebagian mereka membunuh sebagian yang lain karena hal sepela. Tatkala Nabi SAW mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah yang Esa dan meninggalkan kepercayaan serta kejahatan-kejahatan mereka, bangsa Arab sangat marah kepada beliau, dan bergantilah kecintaan mereka kepada Nabi menjadi kebencian, mereka membohongkan Nabi SAW.


Ketika Nabi SAW memaki Tuhan-tuhan dan menyesatkan leluhur-luhur mereka, kaum Quraisy datang mengadu kepada paman Nabi dan meminta menghentikan Nabi hingga tiga kali, namun paman Nabi menolak pengaduan mereka.


Setelah permintaan kaum Quraisy yang terakhir, Abu Thalib meminta kepada Nabi agar berhenti berda'wah karena takut dengan ancaman-ancaman kaum Quraisy, akan tetapi Nabi SAW menolak dan tetap menyebarkan agama Islam, dan Abu Thalibpun tetap melindungi Nabi SAW.


Tatkala kaum Quraisy melihat Nabi SAW tetap berda'wah dengan perlindungan dari pamannya, mulailah mereka mengganggu Nabi, namun beliau mengahadapinya dengan kesabaran dan mema'afkan mereka. Kemudian kaum Quraisy mulai mengganggu para sahabat, setiap kabilah Quraisy menyiksa orang-orang yang masuk Islam dengan siksaan yang pedih. Maka Nabi SAW memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke Habsyah, hijrahlah 10 orang sahabat laki-laki dan 5 perempuan selama 3 bulan. Itulah hijrah pertama dalam Islam. Dan pada waktu inilah Hamzah (paman Nabi) dan 'Umar bin Khattab masuk Islam.


Pada tahun ke 7 kenabian, kaum Quraisy mengepung Nabi SAW dan keluarganya di Syi'ib serta memboikot makananan bagi Nabi beserta keluarga, dan kaum Quraisy tidak akan menerima perdamaian kecuali menyerahkan Nabi untuk dibunuh. Kaum Quraisy menuliskan perjanjian  itu dan menggantungkannya di Ka'bah. Setelah Nabi SAW dikepung, beliau memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke Habsyah yang kedua kalinya yaitu 73 laki-laki dan 11 perempuan.


Pada tahun ke 10 kenabian, berdirilah beberapa laki-laki Quraisy untuk mengambil dan merobek surat perjanjian itu. Nabi Muhammad SAW keluar dari pengepungan setelah 3 tahun di Syi'ib, tidak sampai kepada mereka makanan sedikitpun melainkan dengan jalan sembunyi-sembunyi.


Pada tahun inilah datang utusan Nasrani dari Najran kepada Nabi SAW untuk masuk Islam. Pada tahun ini pula Siti Khadijah ra dan pamannya Abu Thalib wafat, maka Nabi menikah dengan Saudah dan mencampurinya, lalu mengadakan akad dengan Siti 'Aisyah dan tidak mencampurinya. Setelah Abu Thalib wafat, gangguan dari kaum Quraisy semakin menjadi-jadi, maka hijrahlah Nabi SAW ke Thaif menuju ke Bani Tsaqif, tinggallah Nabi bersama mereka selama sebulan dan mengajak mereka untuk masuk Islam, akan tetapi mereka menolak dan meyakiti Nabi hingga melemparinya dengan batu, maka Nabipun kembali ke Makkah.


Pada tahun kesebelas, Allah SWT memuliakan beliau dengan Isra dan mi'raj, ketika itulah difardukan shalat 5 waktu. Dan pada tahun ini pula Nabi SAW keluar menuju kabilah-kabilah untuk menyebarkan agama Islam, maka berimanlah 6 orang dari Madinah.


Pada tahun ke 12 datanglah 12 orang laki-laki dari Madinah dan beriman, mereka kembali ke Madinah untuk kemudian menyebarkan Islam di Madinah.


Pada tahun ke 13 datang lagi 73 laki-laki dan 2 perempuan dari Madinah, merekapun beriman dan kembali ke Madinah menyebarkan Islam. Pada tahun ini Nabi SAW memerintahkan para sahabat untuk hijrah ke Madinah, ketika kaum Quraisy mendengar hal ini mereka bermaksud untuk membunuh Nabi, maka Allah memerintahkan beliau untuk hijrah. Dan pada malam hijrahnya Nabi, kaum Quraisy sudah mengepung rumah beliau, maka keluarlah Nabi dari pengepungan Quraisy dengan selamat setelah Allah menidurkan mereka. Nabipun berjalan bersama Abu Bakar ash-shiddiq menuju Goa Tsur dan bersembunyi selama 3 hari di dalamnya. Pada hari ketiga Nabi dan Abu Bakar kembali melanjutkan perjalanan dan sampailah ke Quba pada hari kedua bulan rabi'ul awal, beliau tinggal di Quba selama 22 malam dan di sanalah beliau mendirikan Masjid Quba.


Kemudian Nabi SAW pindah ke Madinah dan ketika di perjalanan tepat hari jum'at, Nabi shalat jum'at dan berkhutbah, inilah jum'at pertama dan khutbah jum'at pertama dalam Islam. Ketika hampir sampai ke Madinah, orang-orang Madinah menyambut kedatangan beliau dengan rasa gembira atas kedatangannya.


Nabi SAW singgah di rumah Abu Ayub Al-Anshari, Nabi mengutus orang untuk mencari keluarganya yang tertinggal, maka sampailah mereka bersama 'Abdullah bin Abu Bakar. Kaum musyrik Makkah mencegah sebagian orang-orang lemah untuk berhijrah, Nabi SAW mendo'akan mereka ketika shalat, dan inilah awal dari Qunut subuh.

0 Response to "RINGKASAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW BAGIAN II"

Post a Comment